Inovasi Berbasis IoT SMKN 1 Tanjung Palas Timur

Tanjung Selor – SMKN 1 Tanjung Palas Timur mencetak sejarah baru dengan partisipasi perdananya dalam Lomba Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Bappeda dan Litbang Provinsi Kalimantan Utara. Sekolah berhasil menembus tahap wawancara dengan inovasi unggulan berbasis teknologi yang diberi nama "SMART-SENSE: Solusi Integrasi untuk Efisiensi Energi."

Proses lomba yang ketat dimulai sejak 1 Oktober 2025, mencakup seleksi proposal yang diikuti oleh 15 peserta di Kategori Pegawai ASN Provinsi. Inovasi SMART-SENSE menjadi salah satu dari tujuh peserta terbaik yang berhak maju ke tahap wawancara akhir.

Menghemat Anggaran dengan Teknologi Hijau

SMART-SENSE dikembangkan dengan latar belakang utama untuk mengatasi tingginya biaya operasional listrik di sekolah. Inovasi ini diklaim mampu menghasilkan efisiensi listrik hingga 25% dari total anggaran daya listrik per bulan.

Proyek ini dipimpin oleh Bapak Rudy Salam, S.T., Kepala Kompetensi Keahlian Teknik Ketenagalistrikan. SMART-SENSE merupakan solusi yang terintegrasi penuh dengan teknologi Internet of Things (IoT), selaras dengan prinsip Green Energy.

"Keunggulan utama SMART-SENSE terletak pada fleksibilitas dan kemudahannya. Pengguna dapat mengendalikan penggunaan listrik dari jarak jauh. Selain itu, alat ini mampu memberikan informasi mendalam mengenai besaran daya, arus, dan penggunaan listrik secara real-time di SMKN 1 Tanjung Palas Timur," jelas Rudy Salam, S.T.

Apresiasi dan Harapan dari Dewan Juri

Pada tahap wawancara, Inovasi SMART-SENSE mendapat apresiasi yang sangat baik dari ketiga dewan juri. Salah satu juri, Prof. Dr. Hadi Supratikta, Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyampaikan pesan khusus yang inspiratif.

"Meskipun alat sejenis sudah ada di pasaran, kelebihan inovasi ini adalah kemampuannya memberikan berbagai informasi terperinci dalam penghematan energi listrik, yang menawarkan kemudahan lebih bagi pengguna," ujar Prof. Hadi Supratikta.

Beliau juga berpesan agar inovasi ini terus dikembangkan dan segera diurus Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) agar SMART-SENSE dapat dijual secara masal dan didiseminasikan lebih luas kepada masyarakat, perkantoran, maupun sekolah yang ingin melakukan penghematan energi listrik.

Inovasi sebagai Media Pembelajaran

Selain fungsi efisiensi, inovasi SMART-SENSE juga digunakan secara langsung sebagai bahan praktik dan pembelajaran bagi siswa di sekolah, memberikan pemahaman nyata tentang pentingnya penghematan energi listrik dan penerapan teknologi IoT.

Keberhasilan menembus tahap wawancara ini merupakan bukti nyata bahwa SMKN 1 Tanjung Palas Timur tidak hanya unggul dalam keterampilan konvensional, tetapi juga dalam pengembangan teknologi terapan yang solutif. Sekolah berharap inovasi ini dapat menginspirasi siswa dan tenaga pendidik lainnya untuk terus berinovasi demi kemajuan daerah.


Share to :